Long Distance Relationship Tips

Thoughts

Nobody says it is going to be easy — the extra distance makes many things unachievable. Things could get complicated, and you could get sad and lonely at times. However, the extra distance also makes the simplest things the sweetest, being able to hold the other person’s hand, eating together at the same table, feeling each other’s touch, taking a walk together, smelling each other’s hair… these small wishes could suddenly mean so much more in a long distance relationship.

“If you want to live together, you first need to learn how to live apart.”Anonymous

Aku dan Fadil harus menikmati long distance relationship Jakarta – Bali karena program internship dari kampus selama 6 bulan. Awalnya berat banget buat terima harus LDR hehehe tapi kayaknya seru buat pengalaman juga. Mungkin orang-orang pikir 6 bulan sebentar, iya sih sebentar tapi sulit juga. Pengalaman selama LDR jadi banyak pelajaran buat kami, aku ada beberapa tips untuk kalian yang lagi LDR nih:

Commitment

Pertama, kalian harus commit dulu dengan hubungan kalian. Commit gak gampang lho, latihan ber-commit deh. Kalian juga bisa menetapkan beberapa rules yang kalian setujui satu sama lain untuk kedepannya.

Communication

Komunikasi menurut aku salah satu terpenting dalam sebuah hubungan, apalagi saat LDR cuma bisa mengandalkan chatting, voice call dan video call. Keep your-“s/he’s the first person I would tell to”-mind, ya! Tapi, komunikasi yang berlebihan bisa bikin pasangan kamu bosan, give each other some virtual space. Enggak harus chatting setiap detik juga, yang penting harus selalu berkabar. Sempetin juga video call kapanpun itu ya!

Oh iya, mengetahui jadwal masing-masing juga menurutku penting, karena itu bagian dari komunikasi. Apalagi kalau time zones kalian berbeda, kalian bisa saling mengingatkan satu sama lain tentang jadwal kegiatan kalian.

Trust Each Other

Trust dan Believe punya pengertian yang sama, tapi punya makna yang berbeda. Kalau believe menurutku kayak percaya 50%, sedangkan trust punya kepercayaan 90%. Omong kosong kalau kalian gak pernah mikir macem-macem kalau pasangan kamu gak ada kabar, hehehe. Balik lagi sama pikiran kamu, make it positive because you trust him/her. Sekali kamu percaya dia, dia akan percaya juga sama kamu dan menjalani hubungannya jadi lebih enjoy tanpa beban.

Open With Each Other

Ini penting sih menurutku. Karena kalau kita gak terbuka, akan ada banyak hal-hal yang terpendam dan jadi tidak menjadi diri kita sendiri. I prefer dia jujur mengakui kesalahan dia, daripada bohong untuk menutupi biar kita gak marah. Kita akan jauh lebih mengapresiasi dia.

Think Positive

Memang kadang berusaha positive itu susah, tapi lama-lama terbiasa kok! Jadi happy banget deh kalau selalu mikir positif, melatih kedewasaan kamu juga. Contoh, saat hubungan kalian complicated banget, pikirin sisi bagus nya dari pasangan kamu. Enggak cuma karena dia gak kabarin kamu seharian, terus kamu langsung lupa sama apa yang dia lakuin ke kamu selama ini. Always think positive, even it ain’t easy!

Make Visits to Each Other

Jauh-jauh hari rencanain jadwal untuk kunjungin dia. Kamu bisa sambil lihat tiket promo ke kota tujuan. Beli tiket jauh-jauh hari untuk motivasi semangat kerja. Selama magang bolak-balik Karawaci – Kalimalang pake KRL, mumet banget. Cara aku nyemangatin diri sendiri yaitu counting down the days to my trip to visit him! Itu yang bikin aku semangat melewati hari-hari kerja di Ibukota. Setelah ketemuan, quality time bareng deh.

Enjoy Your Time

Kamu sendirian, tapi gak kesepian kok. Manfaatin waktu Me-Time kamu, pergi ke coffee shop sendirian sambil baca buku is such a relaxing moment in life. Quality time bersama teman-teman kamu dan keluarga. Reuni sama temen-temen sekolah, atau hangout sama squad kamu. Ada banyak hal yang bisa dilakuin kok!

Kadang kalau dia sibuk dan kamu senggang, kamu akan uring-uringan. Aku saranin kita melakukan hal yang baru kayak eksperimen masak, menjahit, design blog atau apapun itu passion kamu. Nanti pas dia udah gak sibuk, kita bisa ceritain deh kegiatan kita. Dia akan bangga sama hal-hal positif yang kamu lakuin.

Gift A Personal Object

There is power in a memento. Kita bisa kasih barang personal kita masing-masing seperti jaket, kaos atau apapun itu yang bisa selalu ngingetin kita sama si dia. Atau sebelum kalian apart, kasih gift untuk satu sama lain sebagai tanda s/he is always be there for you gitu. :p

Problems

Setiap hubungan pasti ada ups and downs nya. Seperti yang aku bilang komitmen di atas, kalau kalian lagi mengalami suatu masalah, sebaiknya diselesaikan lewat telepon. Jangan gengsi untuk mengakui kesalahan duluan, karena itu yang menunjukkan kedewasaan kamu. Hal sepele gak usah terlalu dibesar-besarkan. Kamu yang tau karakter pasangan kamu, kamu yang tau bagaimana harus menangani pasangan kamu dengan baik.

Learn How To Control Any Jealousy

Cemburu bukan hal yang tidak biasa dalam hubungan jarak jauh. Tapi, kecemburuan yang gak terkontrol bisa menyebabkan kombinasi kecurigaan, posesif, insecurity, dan kemarahan. Kalau kamu merasa cemburu, coba pikirin cara kamu untuk mengontrol kecemburuan itu sebelum itu sendiri mulai mengendalikan kamu. It’s not easy, but it can be done.

 

“Kunci selama 3 tahun menjalani Long Distance Relationship based on pengalaman gue itu komunikasi, komunikasi sepenting itu. Karena gak ada yang bisa kita gantungin selain komunikasi. Percaya juga tumbuh dari komunikasi, karena percaya jaman sekarang bisa goyah karena omongan orang lain atau pikiran negatif diri kita sendiri.” – Rafika, 21 tahun, 3 tahun LDR.



 

IMG_6409

Sekarang, aku dan Fadil udah masuk kuliah lagi. LDR is finally over! *yay*

Thank you, for going through with me for these past two years, darling.

Long Distance Relationship benar-benar ngajarin aku akan tantangan dari sebuah hubungan. Yang pasti, semua akan lebih berharga setelah kalian perjuangkan dengan maksimal, apa lagi jika itu hubungan dengan orang yang kamu sayang.

All the best of luck for your relationship! 🙂

Advertisements

2017 – A Year in Pixels

Thoughts

I thought yesterday was January?

Time flies really fast, the more faster the older we are. In my 21 years living, 2017 has the most ups and downs. I could say I should get myself a reward for passing through this year as best as I could, perhaps? Yay.

2017 taught me a lot of things that never happened to me before. About school, internship, friends, relationships and basically me upgrading my life to be a better person.

My resolutions in 2017 was not really going well eventually, yet half of them are. But still, all we could just do is praying and struggling for our future, ain’t it? Like no pain, no gain.

Bukit Moko, Bandung

Bandung, Indonesia, Travel

The first semester is finally over!

Fadil, Zico and I were planning to explore Bandung more since we’re the citizen of Bandung. We decided to explore Bukit Moko also known as Bukit Cinta, located in Cimenyan, Bandung.

Since we were going to catch the sunrise, we were heading there at 4 AM and freezed to death. It took 1 hour to get the top of the hills, the road was puzzled. Yet, we were able to see the nightlight of Bandung, it was amazing. Oh, and I recommend to rent a motorcycle to get there.

We parked our motorcycles at the foot of the hills, it costed IDR 5,000/motorcycle. The local citizen told us to walked to Bukit Moko for 10 minutes and it was quiet inclined. As we got there by 5 AM, we got into local shops that sells hot coffee, hot chocolate and snacks. The sun hadn’t woke up yet, we patiently waited.

Around half 6-ish, the sign of sun risen still ain’t there, the sky was a bit shined. As the time went by, the sky was shined yet no sun. Apparently, it rained slowly and it was 18 degrees! Damn, we were freezed and just laughed at ourselves. Failed.

We decided to got to hills a bit more around 300 meters, called Bukit Bintang. The entrance fee was IDR 12,000/person. Bukit Bintang is a pine forest that located on the top of Bukit Moko. They called it Bukit Bintang, because it has a giant star-lamp on the top that shines at night.

The rain stopped as we were hanging to the inside of the pine forest to chill and enjoy sightseeing of Bandung City. It was great being there to relieve minds, if you’re a city person that sick and tired of traffics.

Around 8, we were heading back to the foot of the hills to got our motorcycles and went home to got our sleep back hahaha. It was great!